Jumat, 20 Februari 2015

Bye blogspot (for a while), welcome to wordpress

Yeah, I know. I've been away from the blog for a while. I do realize that there are something wrong here. Jreng jreng.

Jadi seperti ini. Apa tujuan gue blogging? Berbagi pengalaman? Yah itu mungkin tujuan terbesar gue dari awal. Kemudian, apa? Sekedar sharing saja? Semenjak seseorang berkata kalau blog gue terlalu nyampur, gue sempat kepikiran buat menata blog gue. Cara paling mudah, membuat blog baru sebagai wadah baru juga. Layaknya menata file dalam drive, hal yang paling seting kita laksanakan adalah membuat folder folder baru, lalu memasukkan file ke dalam masing masing folder sesuai dengan kontennya.

Seperti itu juga mungkin yang akan gue lakukan dengan blog gue. Dari awal gue menyadari kalau interest gue terlalu banyak, dan dua wadah tidak akan cukup untuk menampung semua itu. Tapi tidak menjadi masalah, mungkin yang harus gue lakukan hanya membagi semua pemikiran gue menjadi dua kelompok besar. Dan mungkin, menyusun kembali semua file ke dua folder itu terlalu muluk muluk. Folder gue kali ini lebih ke membagi masa depan *halah*. 

Maksud gue, yang sudah terjadi biarlah terjadi, semua yang sudah terpostong biarlah terposting. Blog baru gue -dengan domain wordpress- akan jadi folder buat kehidupan keseharian gue, sementara blog lama - dengan domain blogspot- akan tetap jadi wadah berbagi ilmu yang gak penting penting amat. Alasan gue tetep kekeuh membuat blog baru dengan domain wordpress adalah, karena blogspot terlalu sepi. Lebih kayak kuburan. Gue tahu karena gue juga kurang gencar blogwalking, tapi menurut gue sendiri, blospot gue seperti sudah punya brand untuk hal hal berbau pertanian -yang sebenernya juga gak penting penting amat-. 

So, I'm not gonna saying any goodbye with blogspot. But I'll change my perspective, posting with something heavier to read. And maybe, "gue" will be history on that blog. Except for pne condition, wprdpress will be too boring to have. Lol

Selasa, 27 Januari 2015

Glee Season 6, a suppermassive idiotic crap shouldn't be watched by you mere bitches

credit: here

 Yeah, I knew, even the title was rude. Annoying as shit. Tapi seenggaknya, gue hanya mencoba personating gaya bicara Sue Sylvester. Karakter paling berkarakter yang ada di TV seri Glee. Kalau di 9gag, yang terkenal sebagai villain paling berkarakter (atau favorit) adalah Deadpool, THEN YOU'RE TOTALLY WRONG! Here're the most idiotic list you -bithces- should read with all of your moron brain.

1. Karakter antagonis yang tidak manusiawi
Sue, mungkin adalah karakter favorit gue di TV seri ini. Tidak manusiawi, kadang, tapi justru itu yang membuat dia jadi tokoh favorit. Selain Sue, tentu saja ada Becky Jackson. Kalau biasanya temen temen difabel dianggap sosok yang eprlu dikasihani, maka hal tersebut tidak berlaku bagi Becky. Kelakuannya yang minus, serta mulutnya yang busuk, membuat dia malah jadi antagonis paling menyebalkan.
Walaupun mereka berdua sebetulnya jauh lebih berkarakter daripada Rachel Berry si karakter utama, tapi please, Sue dan Becky bukan figur panutan yang baik. Jangan terlalu menonton glee sehingga tiba tiba berteriak, 'Listen up, BITCHES!' Ala Becky Jackson pas episode 6X02

2. Karakter protagonis yang menyedihkan
Yep, I know what I am saying. Jujur gue gak simpati dengan Rachel Berry. Karakternya terlalu menyedihkan, gabungan antara ambisius-yet unrealistic, heavy panicker, unable to decide properly, and quicktalker, dengan suara yang cempreng saat berbicara. Harusnya karakter utama glee akan jauh lebih baik kalau yang lebih berkarakter, misalnya Santana Lopez. Moreover, the video with Lord Tubbington should played on TV. XD

3. Plot cerita yang semakin membosankan.
Plot yang makin membosankan, terkesan memaksakan, dan meh-ing. Gak heran kalau di US penontonnya melorot drastis. Kalau di season 2 dan 3, penonton bisa hingga 7-9 juta, penonton di season 6 ini hanya tinggal 2 jutaan. Meh, gue sendiri juga mulai males kok nontonnya.

4. Kisah romantisme yang sudah tidak menarik
Rachel tidak punya pacar, Blaine yang putus dengan Kurt -dan malah pacaran dengan Karofsky-, dan Kurt yang melajang, malah nyaris dapet kakek kakek. Wew..., harusnya Karofsky itu sama Roderick, biar jadi Chub4Chub. Lah, opo iki??

Menanam Bayam Merah, Caisim, Kangkung, dan Pak Choy Organik


Well, another agricultural series. Another cheap-titled series. Yet, this kind of article is way much be read than other too serious post. Thanks to Google search, postingan kayak gini jadi laris. XD

Pertengahan Januari 2010, Saya menjalani KKP di daerah Ciapus, Bogor. Kami harus menyodorkan proposal program kerja supaya mendapatkan pendanaan selama kami disana. Ada beberapa program kerja, yaitu demplot sayuran organik, insecteaching, dan penataan lanskap. Saat ini, yang akan saya bahas adalah pembuatan demplot sayuran organik.

Saat itu, walaupun hanya aktivitas KKP, kami melakukan dengan sangat serius, termasuk menentukan design percobaan. Rancangan percobaan adalah sebagai berikut. Perlakuan satu, komoditas: Pak Choy, Caisim, Bayam Merah, dan Kangkung. Perlakuan kedua, jumlah pupuk kompos: dosis rendah dan dosis tinggi.

A. Pengolahan tanah dan penanaman
Lahan yang akan kami gunakan adalah lahan milik anggota kelompok tani disana.Saat kami datang, lahan masih tidur sehingga harus diolah terlebih dahulu. Lahan yang sudah dibersihkan kemudian dicangkul dan dibentuk menjadi bedengan bedengan dengan ukuran yang telah ditentukan. Jumlah bedengan ada 16, terdiri atas 4 jenis komoditas, 2 dosis pupuk kompos, dan dua ulangan. Setelah bedengan terbentuk dan pupuk disebar, tanah dibiarkan beberapa hari hingga kemudian ditanami benih. Benih kangkung ditanam dengan cara ditugal dengan jarak 20 cm antar baris dan 5 cm dalam baris. Benih Caisim, Bayam merah, dan pak choy ditanam dalam barisan dengan jarak 20 cm antar baris.
 Lahan yang masih tidur, penuh dengan gulma
 Lahan yang sudah dibersihkan dari gulma, menunggu diolah
  Lahan yang sedang diolah, dibentuk menjadi bedengan
 Penimbangan pupuk kompos sebelum aplikasi (Cast: Kiri: Alchemi Juliantika Kusdiana, Kanan: Kasliyanti Islamiah)
 Aplikasi pupuk kompos di bedengan (kurusnya gue saat itu ToT)
Bedengan yang sudah terbentuk, dan diaplikasi dengan kompos
Penanaman benih kangkung dengan tugal (yang sebetulnya ala ala juga, pencitraan) (Cast: Endang Wijayanti)

B. Benih mulai berkecambah, dan kemudian tumbuh subur
Sekitar seminggu setelah tanam, benih mulai berkecambah. Saat itu, kangkung memiliki daya tumbuh yang kurang baik sehingga harus diulang lagi penanamannya. Seminggu kemudian, benih yang sudah tumbuh makin berseri, semakin menyegarkan mata (halah)

Catatan:
Mulai terlihat kalau pak choy tidak sebaik yang diharapkan, banyak tanaman yang mati karena kelembaban yang terlalu tinggi dan kurangnya sinar matahari. 

 Bintang iklan benih kangkung yang fotonya di antara bedeng caisim dan bayam merah (Cast: Endang Wijayanti)
Controlling rutin

 
 Bibit yang mulai tumbuh dilihat dari kejauhan

 Bended, karena memang penyinaran yang tidak merata

 Bibit bayam merah yang berdesakan akan tumbuh

 Bayam merah yang semakin besar

 Caisim yang semakin besar

 Hamparan sayuran organik


C. OPT
Karena tanpa pestisida, tentu saja banyak sekali gangguan OPT pada areal penanaman.
1. Hama: Hama yang paling banyak adalah belalang, kemudian ulat
2. Penyakit : Paling banyak jamur
3. Gulma : Ini yang paling menyebalkan, gulma selalu muncul walaupun terus disiangi (tidak mengehrankan karena yang digunakan adalah kompos, yang mengandung banyak manifestasi biji gulma).

 Bekas serangan hama(belalang atau ulat), daun berlubang parah

 Belalang yang tertangkap kamera

Belalang yang lain
 
 
Serangan ulat, lengkap dengan ulat dan kotorannya

 Serangan bercak daun pada pak choy, makin habis deh itu pakchoy-nya

 
Serangan bercak daun pada daun caisim

D. Panen
Panen dilakukan saat tanaman berumur satu bulan. Selain pakchoy,s emua perlakuan bisa dipanen dengan hasil yang cukup. Cukup untuk foto fotoan alay, cukup untuk foto mentereng di laporan KKP, dan cukup juga untuk dijual.
Bedeng dengan tanaman siap panen






 










Rabu, 14 Januari 2015

Cinta, tai kucing rasa coklat -or whatever it means-

Well, temen kantor gue ngambek. Iya, sama gue. Alseannya simple, gue nge-hijack HP nya dengan ngewasap ke gebetan dia. dia ngambek dan uring uringan, sementara gue cuma bengong sambil nge-meh.

Yah gue sendiri sebenernya juga gak bisa dibilang bener sih, iseng buka buka HP dia, sementara dia gak pernah gue ijinin pegang HP gue. Tapi, ya whatever lah, si gebetannya juga bakal tahu kok kalo itu bukan tulisan dia. Soalnya kayaknya cuma gue yang ngasih perhatian ke gebetan dia -gue intens komunikasi dengan gebetan dia, soalnya si gebetan ini satu satunya junior (dari tahun lahirnya) di divisi gue sebelum akhirnya dipindahkan ke kebun.

Ngomong ngomong cinta, sebenranya gue cuma nyengir sendiri ketika ngetik postingan ini. Nyengir antara takut didiemin selama beberapa hari -yah tau lah cewek kalo ngambek kayak apa, moga moga gak sampe berbulan bulan deh-, atau ketawa sendiri nginget kisah gue sendiri, yang kayaknya cocok dibikin cerita roman ringan, tanpa bumbu esek esek dan sejenisnya, karena gue bukan pembuat cerita stensilan. :D

Selama gue hidup selama 24 tahun -terhitung sebelum gue ulang tahun Oktober lalu-, gue belum pernah benar benar pacaran. Cinta monyet jaman SMP pernah sekali, lalu ditolak. Jaman SMA, malah doesn't give a shit about love. Jaman kuliah, suka cewek yang udah punya pacar, akhirnya mereka menikah. Nembak cewek, kena friendzone. Jadi memang bisa dibilang late bloomer, karena sampai lulus kuliah gue memang gak pernah pacaran.

Awal awal kerja, gue juga gak pacaran. Ada yang deketin, guenya yang freaked out. Setelah berumur 24 tahun, ada yang deketin. udah deket tanpa pernah jadian, akhirnya malah terungkap kalau dia itu hooker. Tapi gakpapa kok, dia kesalahan terbaik yang pernah gue buat dalam hidup gue. I love you soooo very very very much, Ndut. :3

Walaupun dari awal gue juga tahu hubungan gak sehat kayak gitu gak bakal bertahan lama, tapi seenggaknya gue pernah suka -dan mendapat respon yang serupa-, walaupun ujung ujungnya kena dumped sih. hahaha

Lewat umur 25 tahun, seenggaknya, meskipun hanya sebentar, gue jadian juga, dengan orang yang berbeda. Anak baik baik, sumpah, tapi sayangnya, gue gak bisa mempertahankan lebih lama. We're stepping in different world. Sometimes I questioning myself about my relationship. We're so deal in everything. mungkin karena yang selalu rukun itu akhirnya malah jadi masalah. Gue yang selalu mulai mencari masalah, akhirnya memutuskan untuk mengakhiri semuanya sebelum gue menyakiti dia lebih jauh. *insert emoticon showing I'm crying here*

Setelah putus, entah kenapa, I feel I have a best feeling ever. Bisa jelalatan liatin siapa aja, eh, maksud gue, bisa bebas dan jujur kepada diri gue sendiri. Love isn't always about other people, love could be about I, me, and myself. :)

Senin, 12 Januari 2015

Playlist Galau

Gue adalah tipe orang yang gak bisa lepas dari stimulus audio. Gue sering nyusun playlist sesuai keperluan, dan mood. Salah satunya playlist yang bisa dikatakan sebagai playlist galau -even I didn't named it as galau-. Isinya macem macem, tapi kebanyakan lagu yang kalau gak cukup membuat galau, seenggaknya bisa ngerusak mood di pagi hari. lol

OneRepublic - Apologize (Dreaming Out Loud)
Lagu galau pertama. Pertama denger dari Radio, gue kesengsem sama gesekan biola yang menyayat hati (versi original revisi pertama, lol). Tambah keluar versi berikutnya, yang OneRepublic ft Timbaland, yang ternyata gak kalah kece dengan keunikannya sendiri.

OneRepublic - All This Time (Waking Up)
Lagu yang jadi soundtrack ketika hubungan gue gak bisa gerak kemana mana lagi, dan akhirnya putus. Awal awalnya, gue cuma Meh-ing aja, cuma semakin didenger, semakin ngenes sendiri, sambil sesekali mesem mesem gak jelas.
 
OneRepublic - I Lived (Native)
Sebenernya lagu yang memberi semangat, tapi karena musik dan vokal Ryan Tedder yang mendayu dayu, jadinya malah macem ngenes sendiri. Direkomendasikan buat yang lagi il desperados, merasa down se down downya, sehingga kalau muter lagu yang bersemangat malah jadinya terlalu jomplang. Yah, bisa dianggap warming up lah dari titik nadir kagalauan *halah, macem bahasa silet aja
Coldplay - The Scientist (A Rush of Blood to the Head)
Hiks, lagu galau paling galau. Buat yang lagi break up dan sebenernya masih sayang sama bebebnya. Pengen mulai ulang, tapi gak tau darimana harus mengulangnya. Kayaknya lagu ini juga jadi Siganuter Song galau-nya Coldplay. Kayaknya semua galauer pernah ngerasa cocok lah sama lagu ini, setidaknya walau hanya sekali.
 
Coldplay - Charlie Brown (Mylo Xyloto)
Merasa mentok dengan kisah cinta, karier, dan kehidupan anda yang begitu begitu saja dan selalu dibatasi? let's blow them up! Mungkin itu yang gue tangkap dari lagu ini. Keluar dari stigma, berusaha mengapresiasi diri sendiri dengan mengekspresikan diri sendiri. Wew, lagu galau yang bsia nge boost mood.
 
Coldplay - Us Against the World (Mylo Xyloto)
Cocok dinyanyiin berdua sama pacar, temen, atau orang terdekat lainnya. Sebenrnya gak harus berdua kok, namanya juga Us. Meskipun ini lagu galau, motivating juga kok. Smooth, sweet, and powering up. Suka sama liriknya yang di beberapa part ngasih semangat buat menakhlukkan dunia *lah lu kata negara api. XD

Coldplay - Up with the Birds (Mylo Xyloto)
Smooth, sweet, and chewy. Entah kenapa suka lagu ini, gak tahu alasan pastinya. Mungkin karena dia digunakan untuk closing film Life 2012? hahaha. Mungkin lagu ini bisa untuk jadi lullaby, soalnya ritmenya yang pelan dan menenangkan.

Coldplay - Death and All His Friends (LeftRightLeftRightLeft)
Bukan versi studio, tapi yang versi life. Versi studio ada tambahan di belakang yang mengurangi kesan galau dan malah motivating, jadi macem mood swinger. After being dropped, you'll be elevated. Nyebelin gak? makanya gue sendiri lebih milih yang versi life, kinda being desperated.

Coldplay - The Hardest Part/Postcards from Far Away (LeftRightLeftRightLeftRight)
Lagi lagi versi life yang lebih baik dari versi studio. Versi life lebih terasa total galaunya. Kalau versi studionya, agak cheeky. Lagu galau tapi masak iya ritmenya kayak gak ada galau galaunya. Mengingatkan sama Princess of China.

Jason Mraz - I Won't Give Up (Love is a Four Letter Word)
Hiks, gak sanggup review lagu ini.

Michael Buble - Home (It's Time)
Lagu jaman kuliah, jamana jamannya homesick dan pengen pulang. hahaha. Sedih bingits pokoknya. lagu ini juga yang jadi andalan Benny Prawoto, penyanyi andalan AGH 44. :D

Michael Buble - Lost (Call Me Irresponsible)
Represent loneliness, without anybody to share with. Mirip lah sama kondisi gue saat ini *throw a bag of attention here*. MV nya sendiri model model gloomy, galau, dan mood dropping juga.

Five for Fighting - Superman (America Town)
We're not perfect. Kayaknya itu representasi paling teapt buat lagu ini. Tapi tahu kan gimana style John ondrasik kalau nyanyi. lagu biasa aja bisa dibikin jadi lagu galau. Apalagi lagu yang dari awal ceritanya bikin galau?

Five for Fighting - World (Two Lights)
Lagu motivating, dengan melodi yang bikin mood turun. hahaha. Sebenernya bagus kok liriknya. Dengan beberapa bunga bunga disana dan disini, tapi ada satu kalimat yang mengingatkan kalau kita bisa merubah dunia, kalau kita mau. :3

Five for Fighting - 100 Years (The Battle for Everything)
Mempertanyakan refleksi kehidupan kita. Bukan model lagu yang membuat sedih dengan cerita dan bahasanya, tapi lebih membuat kita berpikir, mau apa di kehidupan yang kayak gini? apakah sekedar gini gini aja? Apakah sudah cukup puas dengan kehidupan kita yang sekarang? apakah kita punya tujuan dalam hidup, yang mungkin, apakah bisa tercapai?

Glee Cast - Cough Syrup (Season 3)
Suka sama gaya Blaine Anderson pas nyanyiin ini. Muka Darren emang cocok untuk bersedih sedih dengan gaya Flamboyannya. Btw, yang bikin makin galau adalah ksiah David "Dave" Karofsky yang jadi backstory. Jaman jaman dia ditolak sama lingkungan sekitarnya dan memutuskan untuk bunuh diri.

Rabu, 07 Januari 2015

Charlie Brown, Galau, and Eargasm

Sejak gue pertama denger lagu Charlie Brown, entah kenapa gue langsung suka nih lagu. Mungkin karena beatnya yang mantep -jedag jedugnya kerasa-, hati gue sedang galau, atau entah penyebab lainnya yang gue sendiri gak terlalu yakin. Beda dengan lagu lagu Coldplay lainnya, seperti Death and All His Friends, 42, Yellow, Us Against the World, Up With the Birds, yang rata rata hanya mendapat komentar Meh dari gue pada awalnya, tapi akhirnya malah nempel di kuping. Kasus Charlie Brown, dari awal udah suka pake bingit, makin kesini juga tetep suka.

credit: here

Track keempat dari album studio kelima ini memang unik. Dari lirik cerita yang motivating, video klip yang gak biasa, dan efek elektrik suara Chris Martin bikin makin merinding pas galau dan pada akhirnya, eargasm.

credit: here


Btw, Gue sendiri gak bakal bahas kalau pada awalnya lagu ini dikasih judul cartoon heart, bahwa MV nya tentang perlawanan dalam bentuk radikalisme, atau juga isu homoseksual yang diusung oleh Chris Martin Cs. Tapi sesungguhnya isu terakhir ini yang paling gue suka, ditambah dengan lirik 'We'll be glowing in the dark.' Yeah, socially unaccepted, but promising that you'll shine as bright as f*ck, what could be better? Bagian itu paling gue suka, dimana saat gue bener bener down dan butuh spirit, muter Charlie Brown selalu masuk sebagai solusi pertama.

Tapi ya entah, kadang saking semangatnya atau gimana, yang sering terjadi bukan cuma makin semangat, tapi mood makin seperti roller coaster, sampai saat pandangan terasa kabur dan dada terasa sesek wajar terjadi. Apalagi pas bagian Chris Martin teriak 'Light a fire, Fire a spark,' aduh mas, aku pasrah mas. *Lah opo iki? hahaha

Overall, I do love love love love love this song. Kalau One Direction punya lagu Best Song Ever, maka gue klaim Charlie brown sebagai Better Than Your Best. :)

Bonus: Trivia gak penting!
Di MV charlie brown, gue menangkap masing masing member punya headshaking yang berbeda beda, dan gue -karena sudah apal- sering memposisikan diri gue sebagai member dan melakukan headshake sesuai dengan gerakan mereka.
Chris Martin : Tolah toleh kanan kiri.
Guy Berryman: Gerakan gak spesifik kepala, tapi seluruh badan bagian atas (pas kamera dipasang di bass dia).
Will Champion : Head Banging (terutama pas dia gebuk drum)
Jonny Buckland : Kepala gerak ke arah diagonal ke sudut atas kanan, kembali ke posisi kepala tegak dengan posisi normal, lalu ke diagonal sudut kiri atas, kembali normal, dst.

Senin, 05 Januari 2015

Wisata Sehari Pulau Pari

Postingan saya kali ini bukan sesuatu yang baru sekali, tapi pada bulan September yang lalu. Pulau Pari sendiri bukan sesuatu yang baru sekali, seingat saya, teman kuliah saya yang bernama Nazima Maulidya pernah mengajak ke Pulau Pari, duluuu sekali. Tetapi karena keterbatasan budget saat itu, saya menolak.

Semenjak Listrik masuk ke Kepulauan Seribu, ditambah dengan sosmed, maka Kepulauan Seribu menjadi terekspos secara eksponensial. Kalau dulu saya hanya tahu Pulau Bidadari dan Pulau Kayangan karena sering menjadi lokasi shooting Sinetron, maka saya mencoba mengunjungi daerah tersebut, Pulau apapun itu, terserah. :)

13 September 2014, pukul 06.30 saya sudah berada dalam bus transjakarta dari halte Sarinah ke Stasiun Kota. Dari kota menyambung dengan angkutan ke Muara Karang, disambung lagi dengan mikrolet (atau angkot) merah saat itu, ke depan pintu Pasar Muara Angke. Ketika sampai di dalam, saya sangat terkejut ketika mendapati suasana sudah sangat hiruk pikuk di sana. Bisa dikatakan, semua kapal kayu yang ada, sudah sesak dengan penumpang. Saking sesaknya, bahkan saya duduk di luar kapal ketika dalam perjalanan menyeberang ke Pulau Pari. Mengapa Pulau Pari, entah mengapa, saya sendiri lupa alasannya. Yang pasti tidak ada alasan khusus saat itu.

Setelah 3 jam perjalanan, kapal sampai di Pulau Pari. Mencoba mengikuti saran teman di kapal, saya disarankan mencari tiket kapal kerapu untuk pulang hari, Naas, tiket habis. Untung di sore hari saya masih bisa naik kapal predator. :3

Dipulau pari sendiri ada dua spot 'obyek' wisata yang memungkinkan untuk dijelajahi.

1. Pantai Pasir Perawan
 Spot ini memang khusus untuk wisatawan. Tarif masuknya murah, kalau tidak salah tidak sampai Rp. 10.000,00, bisa gratis malah kalau tahu ada jalan tikus untuk menuju lokasi, hehehe. Untuk wisatawan yang akan membuat tenda (ya, di dalam memungkinkan untuk membuat tenda, kalau betul betul backpacker dan tidak mau menginap di homestay), tarifnya beda lagi. Dihitung per tenda (dan juga per wisatawan).

Fasilitas di dalam Pantai:
- Pantai berpasir besar dengan ombak yang sangat tenang (Karena ada buffer bakau di sekeliling pantai) dan hingga ke batas buffer kedalaman airnya sangat dangkal.
- Beberapa tempat makan, kebanyakan menyediakan bakso, mi instan, dan es kelapa muda. Harganya standar saja, tidak terlalu mahal.
- Rental perahu kayu dan pengayuh, untuk keliling ke antara pohon bakau, kalau tidak salah, 35 ribu sekali putar.
- Rental kayak/sampan, untuk berdua, bisa digunakan untuk keliling areal pantai (selama masih dalam buffer bakau)
- Areal untuk mendirikan tenda. Ada di sebelah kanan pintu masuk. Areal yang banyak dipilih camper agaknya memang yang tertutup (jadi agak semi private)






2. Lokasi Pelatihan LIPI
Bukan spot khusus wisata, tetapi lebih ke areal Diklat bagi Karyawan LIPI. Jadi ya jangan heran kalau lokasinya tidak semenarik harapan anda. Tetapi, yang pasti masuknya gratis kok, free of charge. :) Cukup mengisi buku tamu yang disediakan oleh penjaga di pos masuk. Dan namanya areal Penelitian, jangan pirrating. Jangan merusak fasilitas yang ada dan jangan mengambil biota yang ada

  



 Tips and Tricks:
- Ada tiga BTS di pulau Pari, artinya tidak perlu kehilangan akses komunikasi dengan dunia luar.
- Pada hari Sabtu siang, umumnya pengunjung masih tinggal di Cottage sehingga  pantai masih seperti milik sendiri.
- Kunjungan akan lebih mudah dilakukan jika dilakukan dalam rombongan sejumlah 10 orang, karena banyak paket wisata yang bisa mengakomodasi, dari tiket, penginapan, snorkeling, dan konsumsi
- Kalau ingin balik hari seperti saya masih memungkinkan, sore hari ada kapal predator (jet boat) yang pulang sekitar jam 15.00 ke Pantai marina (Ancol). Tarifnya memang mahal, 165.000 per orang, dibandingkan kapal kayu yang hanya 35.000, tetapi waktu tempuhnya juga jauh lebih singkat, tidak sampai satu jam.
- Di areal Pulau Pari tidak perlu takut kelaparan, banyak warung yang menjual berbagai makanan, dari otak otak, gorengan, hingga bakso.
- Dengan timing yang tepat, kunjungan ke Pulau Pari bisa menyenangkan, air jernih (dibandingkan Ancol), arus tenang, dan suasana yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
- Sedikit minus dari Pulau Pari adalah spot spot di luar Pantai Pasir Perawan dan Diklat LIPI, mudah dijumpai sampah. Solusinya, jangan kesana. :)