Rabu, 01 April 2015

Cara membuat benih pepaya Callina sendiri


Pendahuluan:
Pepaya merupakan buah yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Rasanya yang manis dan banyak mengandung air, membuat pepaya merupakan buah yang banyak disukai masyarakat. Disamping itu, pepaya banyak mengandung serat pangan yang berguna untuk melancarkan pencernaan, yang mana sangat bagus bagi kaum lansia.

Perbanyakan pepaya bisa dilakukan secara vegetatif maupun generatif. Secara vegetatif, perbanyakannya adalah melalui stek batang. Perbanyakan dengan cara ini menghasilkan tanaman yang bersifat true to type, namun kelemahannya adalah stek mudah busuk karena pepaya bersifat sukulen. Ketika tanaman sudah tumbuh, maka sistem perakarannya adalah serabut, sehingga tanaman mudah roboh jika terkena gangguan (angin, hujan, binatang, buah terlalu lebat, dll).

Perbanyakan pepaya secara generatif banyak digunakan secara luas. Dibandingkan stek batang, perbanyakan secara generatif lebih praktis dan ekonomis, tetapi perbanyakan secara generatif memerlukan trik tersendiri supaya bisa berlangsung dengan baik.

1. Tinjauan morfologi bunga pepaya
Pepaya merupakan tanaman berumah dua (atau tiga?), karena masing masing tanaman memiliki tipe seks tersendiri yang tersandi di seluruh gen pada tanaman. Hal tersebut berbeda dengan kelapa sawit yang satu tanaman bisa mengeluarkan bunga betina atau bunga jantan tergantung ekspresi gennya yang dipicu oleh kondisi lingkungannya.

Pada pepaya dikenal ada tiga tipe seks, yaitu jantan, betina, dan hermaphrodit. Pepaya jantan, secara umum akan terus menghasilkan bunga jantan, yang tidak memiliki putik, sehingga tidak bisa membentuk buah. Pepaya betina, tidak memiliki benang sari, sehingga tidak bisa membentuk buah tanpa diserbuki bunga jantan atau hermafrodit. Pepaya hermafrodit, dalam bunganya ada putik dan benang sari, sehingga dia bisa menyerbuki dirinya sendiri dan bisa membentuk buah tanpa bantuan bunga lain.

Dengan kombinasi seperti itu, maka ada beberapa tipe persilangan.
1. Bunga betina x bunga jantan
2. Bunga betina x bunga hermafrodit
3. Bunga hermafrodit x bunga jantan
4. Bunga hermafrodit x bunga hermafrodit

2. Tinjauan genetis bunga pepaya
Tiga bunga pepaya tersebut, diklasifikasikan berdasarkan tipe kromosom seksnya. Karena tanaman pepaya bersifat diploid, maka susunan kromosomnya terdiri dari sepasang kromosom homolog pada kondisi gen autosom. Dari studi kromosom seks pepaya, didapatkan bahwa gen jantan bersifat dominan, sehingga dikodekan sebagai 'M', sedangkan gen betina bersifat resesif, sehingga dikodekan sebagai 'm'. Gen hermafrodit, pada dasarnya adalah gen jantan yang tereduksi, sehingga dikodekan sebagai 'M+'. Aturan lain, tanaman dengan dua gen dominan, akan bersifat lethal, atau embrionya tidak akan bertahan hidup, sehingga tanamannya tidak akan pernah ada.

Dengan demikian, maka kombinasi gen yang akan ada adalah sebagai berikut:
1. MM, lethal, secara alami tidak terbentuk
2. MM+, lethal
3. Mm, jantan, tidak memiliki nilai ekonomis yang tinggi
4. M+M+, lethal
5. M+m, hermafrodit, bernilai ekonomis tinggi
6. mm, betina, nilai ekonomisnya tidak terlalu tinggi

3. Kombinasi persilangan buah pepaya.
Dari poin 1, didapatkan 4 kombinasi persilangan yang bisa dilaksanakan. Masing masing persilangan akan menghasilkan kombinasi keturunan yang berbeda beda karena gen yang terlibat didalamnya juga berbeda. Berikut hasil kombinasi keturunan yang bisa dipereroleh.
a. Betina (mm) x jantan (Mm)
Betina akan menghasilkan gamet m dan m, sedangkan jantan akan menghasilkan gamet M dan m, dengan demikian, maka rasio keturunan yang akan diperoleh adalah Mm (jantan) 50 % dan mm (betina) 50 %.
b. Betina (mm) x hermafrodit (M+m)
Gamet betina adalah m dan m, sedangkan gamet hermafrodit adalah M+ dan m, rasio keturunan adalah M+m (hermafrodit) dan mm (betina) dengan rasio 1:1
c. Hermafrodit (M+m) x Jantan (Mm)
Gamet hermafrodit adalah M+ dan m, sedangkan gamet jantan adalah M dan m. Dengan demikian, keturunannya adalah M+M (lethal), M+m (hermafrodit), Mm (jantan), dan mm(betina). Dengan perbandingan 1:1:1:1.
d. Hermafrodit (M+m) x hermafrodit (M+m)
Gamet yang terbentuk dari kedua tetua adalah M+ dan m, sehingga kombinasi keturunan yang bisa diperoleh adalah M+M+ (lethal), M+m (hermafrodit), dan mm (betina), dengan perbandingan 1:2:1.
Khusus untuk poin c dan d, pada masing masing poin ada 25 % tanaman lethal, sehingga mengurangi jumlah biji yang akan tumbuh. Dari misalnya 100 biji yang disemai, hanya akan ada maksimal 75 biji yang berkecambah dan tumbuh. Secara kuantitas, memang poin a dan b memberikan hasil dalam jumlah yang lebih besar, tetapi secara kualitas, poin c dan d adalah opsi terbaik, jika dihitung secara ekonomi.

4. Pemilihan buah untuk diproses menjadi benih.

Idealnya, buah pepaya yang digunakan sebagai benih harus memiliki identitas yang jelas, kemudian memiliki kualitas yang baik, dan berasal dari persilangan yang terkontrol untuk mencegah adanya kontaminasi benih. Hal tersebut sukar dipenuhi untuk kalangan petani kecil atau segmen hobiis. Cara yang bisa ditempuh adalah membeli benih pepaya dari produsen yang terpercaya -dalam hal ini, PKHT - IPB atau corporate IPB yang telah ada yang bertujuan untuk memproduksi benih. Kendalanya, kemasan benih pepaya yang ada berisi 250 - 300 benih, dimana jumlahnya sangat besar. Kendala lain, benih pepaya tidak bisa disimpan lama sehingga harus segera dihabiskan. Dengan kondisi tersebut, maka minimal harus menanam untuk areal seluas 1 hektar (dengan jarak tanam 2.5 m x 2.5 m).

Untuk mengatasi hal tersebut bisa dilakukan dengan memproses benih sendiri. Berdasarkan nilai ekonomi masing masing pepaya tersebut, maka sebaiknya dipilih persilangan yang menghasilkan keturunan hermafrodit tertinggi. Dengan demikian opsi yang paling baik adalah buah hermafrodit. Buah hermafrodit adalah buah yang banyak dijual di pasaran. Untuk membedakan buah hermafrodit dan buah betina, bisa dilihat dari fisiknya. Buah betina cenderung lebih membulat jika dibandingkan dengan buah hermafrodit. Selain itu, jika dibelah, buah betina memiliki daging buah yang lebih tipis dan rasa buahnya kurang manis jika dibandingkan dengan buah hermafrodit.

Untuk memperoleh buah hermafrodit betina, kita bisa ke supermarket untuk lebih mudahnya. Disana akan dijumpai 100 % buah hermafrodit. Kendalanya, buah hermafrodit yang ada di supermarket biasanya masih belum terlalu tua ketika dipetik, sehingga ditakutkan benihnya belum matang secara sempurna. Untuk itu, pilihlah buah pepaya yang sudah tua saat dipetik, cirinya, sudah hampir tidak ada semburat hijau di kulit buah.

5. Pemrosesan buah pepaya menjadi benih

Buah yang sudah terpilih, kemudian siap untuk diproses. Buah dibelah untuk mengeluarkan bijinya. Supaya mudah, pembelahan sebaiknya secara membujur untuk memudahkan pengeluaran biji dari buah. Biji yang sudah dikeluarkan kemudian dimasukkan ke dalam wadah berisi air untuk memilih biji yang bagus. Biji yang bagus berwarna gelap dan tenggelam, sedangkan biji yang masih terapung harus dibuang karena tidak akan tumbuh karena belum matang atau tidak berkembang.


Biji yang sudah tenggelam kemudian dipecahkan kulit arinya satu persatu. Ada rumor yang mengatakan bahwa biji yang tidak dipecahkan akan tumbuh menjadi pohon jantan (walaupun sudah jelas salah karena pohon jantan sepenuhnya disebabkan oleh genetika), tetapi untuk alasan kenyamanan, saya memilih untuk memecahkan kulit ari. Di dalam kulit ari terdapat cairan berwarna keruh yang membuat saya berasumsi itu harus dibuang.

Biji yang sudah dipecahkan, kemudian dibilas dengan air bersih dan kemudian dikering anginkan di atas permukaan kertas koran atau tisu. pengeringan angin dilakukan seperlunya saja, karena benih pepaya tidak bisa disimpan terlalu lama. Benih yang sudah kering, ada baiknya segera disemai untuk menjadi bibit bibit pepaya baru.


 Biji yang masih bercampur (baru dikeluarkan dari buah)
 Biji afkir yang harus dibuang

 Biji pepaya bersih yang siap diproses

 Kulit ari biji yang akan dibuang

 Benih bersih yang sedang dikeringanginkan

 Tunas pepaya yang berumur 3-4 minggu setelah semai


Tidak ada komentar:

Posting Komentar